Twenty Lessons from Twenty Seven Years of Living

Spread the love

I just turned twenty seven last Thursday (yay me!). Banyak hal yang saya pelajari setelah lulus kuliah S2 dan mulai bekerja for real. I met new people, experience a lot of joy and pain, and I learn many things.

Beberapa poin berikut adalah hal-hal yang pelajari dalam tiga tahun ini bekerja dan setahun menikah. It turns out that marriage changes you, and what doesn’t kill you really makes you stronger.

1. Set your priorities

Life is to short to be wasted. Meskipun kalian tahu nanti pas udah gede mau jadi apa (in a broad way). you will get there faster if you set up priorities. Misalnya, pada tahun ini saya akan mengembangkan skill berbicara di depan publik dan mengusahakan adanya tambahan penghasilan di luar kantor.

With those priorities, saya membuat goal per minggu/bulan mengenai cara untuk meraih tujuan tersebut. Misalnya untuk punya keahlian berbicara dengan lancar maka saya ikut kursus komunikasi, perbanyak ikut komunitas yang mengharuskan berbicara di depan, atau secara sukarela menawarkan diri jadi MC ketika ada acara-acara keluarga.

Dengan menuliskan goal tersebut di buku atau secarik kertas akan membuat hidup saya lebih fokus, tidak buang-buang waktu dengan sosmed, dan lebih berani.

2. You cannot please everyone

When you set goals, there will be consequences. Mungkin prioritas kalian akan tidak sejalan dengan keinginan banyak orang. Kalian melakukan banyak adjustment secara keuangan, waktu, dan energi.

Yang tadinya bisa menghabiskan banyak sekali uang untuk main-main ke mall bersama teman-teman, sekarang kalian harus komitmen untuk berbagai event lain untuk meningkatkan skill kalian.

You will inevitably lose some friends. Tapi inilah konsekuensi yang harus dijalankan ketika kalian sudah set prioritas hidup kalian. Tidak semua orang akan ikut berjalan bersama kalian, tetapi yang memiliki satu tujuan dengan kalian pasti akan bermunculan dengan sendirinya.

3. Learn to say NO

With an established set of priorities, kalian pasti akan mengorbankan banyak hal. Ini berarti berani berkata TIDAK untuk komitmen lain yang akan menyita waktu kalian.

In our life, orang sibuk terlihat sangat keren. Kita berpikir bahwa semakin penuh jadwal kita maka kelihatannya sukses.

It’s actually the opposite. Tidak perlu memiliki jadwal dan komitmen yang banyak apabila hal-hal tersebut tidak mendukung tujuan hidup kalian.

You have to remember that saying YES to a thing means saying NO to another. Ketika kita komitmen untuk menjadi ketua panitia, berarti kita mendedikasikan energi dan waktu kita untuk melakukan hal tersebut. Padahal mungkin kita bisa menggunakan waktu tersebut untuk sesuatu yang lebih berarti bagi kemajuan karir kalian.

4. Love your parents

Semakin besarnya kita, seringkali kita lupa untuk menghabiskan waktu dengan orang tua kita. Bagaimanapun juga mereka yang membesarkan dan menginvestasikan banyak sekali kepada masa depan kita.

I don’t know how your parents are, but it’s important to respect your parents and spend time with them once in a while. Diberkatilah setiap anak yang menghormati dan mengasihi orang tuanya.

5. Don't be afraid of making mistakes

Ketika beberapa orang menanyakan umur saya, they were a little surprised that I was twenty seven. Maybe it’s a good thing, because I accomplish so much in such a young age, but it’s also a reminder that I’m still young enough to do something different.

When you’re forty-something, you already have SO MUCH responsibility: paying your mortgage, feed your children (or your grandchildren?), and paying bills. It’s a little hard to try something new at that age, karena resikonya sudah lebih besar.

Because I’m still twenty something, I feel that I can still try something new. I can still take chances and make abrupt choices for my career. Take your chances, because you won’t be young for long.

take risks

6. You will always have difficulties. Always.

One thing that I learn from three years of working full-time even in my chosen career doesn’t mean that it’s going to be easy. When you’re still young you see things in rose-colored glasses. Semuanya terlihat sangat indah dan kalian siap untuk mengubah dunia. Trust me, it’s not like that.

Bekerja dalam bidang yang kalian cintaipun pasti akan ketemu dengan kesulitan. Entah itu bertabrakan dengan orang lain, kebijakan, kultur perusahaan, atau kemauan kalian yang masih muda dan suka berganti-ganti.

Don’t worry, you’re not alone. Everyone who is successful will always enter many difficulties, even Elon Musk and Bill Gates.

7. It's OK not being number one

Terkadang kita ingin menjadi yang paling pertama dalam segala hal. Kita harus menempati posisi juara agar dapat memberi pengaruh terhadap dunia.

But I learn that being a blessing to everyone doesn’t mean you always have to be number one. You can make an impact even just being a regular employee, a small teaching career, or even a stay-at-home mom.

Kalian mungkin hanya akan dikenal oleh orang yang sedikit dan tidak memiliki posisi. You may even only be known by your family or your significant other. It’s more important to have a first position in their heart than first prize in everyone else’s.

8. Your day job may not be something you are passionate about

Not everyone is lucky enough to have a career that’s fulfilling their life-long passion. But that’s okay. Your work does not define who you are.

Carilah kegiatan sampingan di luar kantor yang meningkatkan skill pilihan kalian. Cari komunitas baru dan bergabunglah dengan mereka di luar office hour. Who knows, maybe someday your side job may become your full time job

9. It's not about the MONEY

Then again, in the end it’s not about the money. As a music teacher, I kinda get easy money from teaching. Parents pay a lot and the effort is not as exhausting as other jobs. But not everything that pays well makes you well.

When I create a podcast episode (sekarang bahkan udah sampe SEASON 2) with my husband, we don’t actually get money. Ketika kita spend time dan energi untuk membuat satu episode tersebut, kerja keras kita terbayarkan ketika beberapa orang Direct Message kita di Instagram dan mengatakan bahwa mereka merasa terberkati dengan podcast kita.

Meskipun kita tidak menjadi kaya dengan membuat podcast, tapi menjadi berkat bagi orang lain memiliki kepuasan tersendiri bagi kita sebagai manusia.

10. Look for ways to invest your money

Since I was married one year ago, I learn on how to invest my money. Percuma punya gaji digitnya banyak tapi setiap bulan langsung habis.

Start thinking about how to save it from day one supaya kalian punya simpenan banyak ketika harus menyekolahkan anak, orang tua pensiun, atau jatuh sakit. Bentuk investasi bisa bermacam-macam, mulai dari deposito, obligasi, saham, atau bahkan membuka usaha sendiri.

Make your money work for you!

11. Never underestimate the power of community

Ketika kalian set goals and priorities, mungkin akan sulit ketika kalian berdiri sendiri, sehingga penting untuk punya komunitas. Komunitas yang sesuai dengan skill tersebut akan membantu kalian untuk bertumbuh lebih cepat. Mereka juga akan menjadi fans club paling awal dan bahkan bisa menjadi promotor kalian.

Hal kedua yang bisa diambil keuntungannya dari komunitas adalah mereka akan mendorong kalian untuk menjadi lebih baik. Mereka akan menuntut kalian lebih akuntable terhadap goal dan prioritas hidup kalian.

Volunteer in community

12. Choose your friends carefully

Off course we have friends outside of our communities or work-place. Tetapi saya belajar bahwa peran seorang atau dua orang teman itu sangat penting bagi kesehatan emosi dan karir kalian.

Ketika kita memiliki toxic friends yang kerjaannya ngomongin orang, pesimis terhadap segala sesuatu, dan menjerumuskan kita ke hal-hal yang berbahaya; maka itu akan mendikte kehidupan kalian.

Choose your friends carefully, because it shapes your life.

13. And your lifelong partner more diligently

Who you choose to be your spouse may dictate your future. Even Warren Buffet himself says that one of the ways to be successful is to choose your lifelong partner carefully.

Ketika kalian memiliki suami/istri yang support dan bisa bertumbuh bersama maka kalian akan menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika kalian memiliki pasangan yang justru membuat kalian menjadi malas dan tidak punya tujuan hidup yang jelas maka seperti itulah masa depan kalian.

Choose your partner carefully

14. First impressions can be wrong

Seringkali ketika kita bertemu dengan banyak orang, sangat mudah untuk terjebat dalam first impression. Ini menimbulkan cognitive bias. Kita mengira karena mereka berpakaian rapih dan berwajah rupawan maka mereka bisa dipercaya.

Padahal kenyataannya di dunia ini banyak serigala berbulu domba. Mereka memakai senyuman dan kata-kata yang manis untuk menipu kalian demi mencapai tujuan mereka.

I mean it’s good when their goals are for the betterment of humanity. But then again, you should check with your goals. Does being friends with these people actually make you move forward?

15. Watch what people do, not in what they say

Kita seringkali terpesona dengan sosok yang karismatik dan pintar ngomong. Ketika mereka bercerita tentang mimpi-mimpi mereka, kita ikut terbawa perasaan dan memercayai mereka dengan mudahnya. We say YES to everything they have to say just because they seem really believable.

It’s important to guard your heart and keep your distance with people who are TOO nice. Maybe they are too good to be true. Makanya penting untuk melihat apa yang secara konsisten mereka lakukan, daripada apa yang mereka katakan. Integritas lebih penting daripada kata-kata yang manis.

16. Respect the authority

In one way or another, we may not like our boss. Bisa saja atasan kita adalah seseorang yang menyebalkan atau tidak satu visi dengan kalian. Tetapi then again I learn that everything is in God’s hand.

Bahkan pemimpin di negara, di komunitas, dan di tempat kita bekerja adalah sesuai dengan perkenaan Tuhan. Ketika kita tidak menyukai seorang pemimpin, kita harus tetap berpegang teguh pada pemikiran bahwa mereka adalah utusan Tuhan. Mereka bukan tuhan, tapi kita tetap harus menghormatinya dan terus berdoa agar mereka diubahkan. Atau mungkin supaya Tuhan kirimkan kalian pemimpin yang lebih baik lagi

17. Less reactive

Sama dengan poin nomor 14, seringkali kita (terutama wanita) memiliki kecenderungan untuk reaktif terhadap segala sesuatu. Ketika pasangan kita melakukan sesuatu, kita dengan cepat mengomentarinya atau mengkritiknya.

I learn that it’s important to take a breather and do not judge to harshly. Penting bagi kita untuk banyak mendengar dan memproses dulu respon dari mereka, sebelum kita membuat suatu reaksi yang negatif terhadap segala sesuatu. Dari banyak mendengar kita bisa banyak belajar. Dari banyak belajar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

18. Make a habit of reading

Banyak orang-orang yang sukses membaca buku setiap harinya. Reading other people’s mind can expand yours. Reading can make you a better person. Ketika kita tidak sedang bersama dengan komunitas kita, penting sekali untuk menginvestasikan pikiran kita juga untuk sesuatu yang lebih berarti daripada hanya menghabiskan waktu bermain di sosmed.

Penting juga untuk membaca buku yang di luar interest kalian. Hal ini membuat kalian menjadi terbuka terhadap banyak hal dan mendapatkan ide yang lebih komprehensif ketika mengerjakan sesuatu. Menjadi orang yang sukses membutuhkan kerendahan hati untuk belajar dari orang lain, dan dapat melihat dari berbagai sisi.

Reading habit

19. Exercise is good for the mind

I know we all busy and it seems hard to have time for exercising. Tapi after I spend three times a week exercising, it does good things to my body. Selain menjadi lebih segar, enerjik, dan sehat, berolahraga juga membuat kita dapat mengatur waktu dengan baik.

Exercising is much more for the mind as it is for the body. It’s a celebration of what you can do and a perfect example that you can achieve more if you don’t stop. Pain is temporary, regrets are permanent.

20. Smile

One last thing that I learn is that a smile can change many things. Hanya dengan senyum saja kita bisa membagi kebahagiaan dengan banyak orang. With just a simple smile you can influence other people and make new friends.

Life is short, smile more. Share the joy and happiness. Eventually it will come back to you too!


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *