On Writing Cover

Stephen King: On Writing – Book Review

Spread the love

Siapa di sini yang tidak kenal Stephen King? Seorang novelis dengan spesialisasi genre horror ini semakin naik daun ketika salah satu novel terkenalnya, IT, diadaptasi ke layar kaca.

Stephen King sudah menulis puluhan buku yang terjual sebanyak 350 jutaan eksemplar. Novelnya yang terkenal seperti The Shining, The Stand, dan 11/22/63 dijual laris dipasaran. Sudah tidak dapat dielakkan lagi bahwa ia adalah seorang penulis yang sukses.

Sesuai judulnya, buku On Writing ini adalah buku non fiksi yang isinya mengenai apa artinya menjadi penulis. Susunan buku ini dibagi menjadi dua: setengah biografi, setengah tips mengenai menulis. Dalam bagian pertama, Mr. King menceritakan mengenai perjalanannya menjadi seorang penulis.

Part One : Biography

Ia memulai dengan menulis cerita pendek untuk teman-teman sekelasnya. Dijual dengan harga seperempat dollar, demikianlah Stephen King mulai masuk dalam bisnis ini.

Setelah itu ia ditawarkan oleh sekolahnya untuk bekerja sebagai reporter olahraga. Di situlah ia belajar mengenai editing. Seorang penulis seharusnya tidak puas dengan draft pertama saja, tetapi juga mengetahui pentingnya proses revisi.

Ia juga menceritakan bagaimana ia bertemu dengan istrinya. Tabitha King kemudian menjadi seorang penasihat terpercaya ketika ia sedang menulis buku. Penting untuk memiliki seseorang yang percaya kepada talenta kita dan juga mampu memberikan masukkan yang jujur.

Stephen King Quotes

Setiap kali Stephen King menulis, ia memikirkan bagaimana Tabitha (yang sering dipanggil Tabby) akan membacanya. Istilah ini ia namakan sebagai “Ideal Reader” (IR).

Mungkin tidak baik kalau seorang penulis merevisi karyanya hanya untuk disukai orang, tetapi memiliki IR membuat setiap adegan ditulis dengan suatu tujuan: membuat ia tertawa/sedih/marah. Inilah yang menjadikannya lebih realistis dan mudah untuk dicerna.

Part Two : On Writing

Pada bagian kedua, Stephen King memberikan tips lengkap mengenai proses menulis yang direkomendasikan; mulai dari merangkai frasa, paragraf, hingga mencari ide dan proses revisi.

Ia memakai banyak referensi dari The Elements of Style milik William I. Strunk. Buku tersebut adalah kumpulan nasihat dari seorang profesor bahasa Inggris mengenai penulisan yang benar. Seperti misalnya: ia tidak menyarankan penggunaan adverbs yang berujung –ly (beautifully, endlessly) dan juga penulisan “dan lain-lain”. Setiap kata yang tidak berguna seharusnya dihapus agar semua isi tulisan adalah penting.

Bayangkan tulisan itu seperti mesin. Tulisan yang baik adalah tulisan yang isinya berisi hal-hal yang penting saja, tidak ada bagian yang tidak perlu ditaruh.

Tetapi lebih daripada itu, Mr. King juga memberikan nasihat kepada para penulis awam agar membaca ulang karyanya sebelum diterbitkan. Setelah selesai menulis, ada baiknya membiarkan karya tersebut beberapa minggu (atau bahkan beberapa bulan!) sebelum dibaca kembali.

Setelah membaca untuk yang kedua kalinya, pasti kita akan melihat bagian-bagian aneh yang tidak koheren satu sama lain. Proses revisi pertama kali ini akan mengedit banyak kesalahan teknis seperti typo dan pengurangan detail yang tidak penting.

Proses selanjutnya adalah memberikannya kepada sang Ideal Reader untuk dibaca. Harapannya adalah sang IR dapat menunjukkan emosi yang kalian harapkan!

On Writing Quotes

About Writing Class

Saran lainnya dari Mr. King yang menurut saya menarik adalah mengenai kelas/seminar mengenai menulis. Banyak orang bertanya mengenai opininya terhadap efektivitas dari kelas tersebut.

Sebenarnya orang-orang tersebut hanya ingin mendapatkan kunci rahasia atau cara instan untuk dapat menulis dengan baik. Tetapi Stephen King sedikit skeptis terhadap efek seminar-seminar tersebut terhadap kemampuan seseorang untuk menulis.

Menurutnya, kebanyakan kelas seperti itu tidak memberikan masukkan yang baik. Opini mereka cenderung ambigu dan tidak membantu. Mereka hanya duduk di sana memberi komentar yang dangkal dan mempertanyakan hal-hal yang tidak penting.

Akan tetapi, salah satu hal baik yang bisa didapatkan dari kelas tersebut tergantung dari komunitas dan siapa pengajarnya. Menulis adalah hobi yang baik tetapi tidak mudah mendapatkan penghasilan yang banyak. Memiliki kelas dan seminar menulis dapat menyemangati kita lagi untuk rajin menulis.

To read or not to read?

Secara keseluruhan, buku ini cocok sekali buat kalian yang suka menulis dan ingin mendapatkan tips dari sang novelis terkenal. Jikalau kalian penasaran, saya sarankan untuk membaca buku Elements of Style terlebih dahulu. On Writing ini tentu bisa dibaca sendiri, tetapi akan lebih membantu jika kalian membaca buku singkat panduan milik William I. Strunk tersebut.

Yang saya paling suka dari buku ini adalah cara Stephen King menulis yang penuh dengan humor dan kejujuran. Gayanya yang sangat lugas dan santai serasa bagaikan ngobrol dengan dirinya.

Selain itu, buku ini juga cukup singkat dan tidak bertele-tele. Biografinya pada bagian pertama dapat menginspirasi para penulis muda untuk tidak mudah menyerah. Pada masa mudanya, Stephen King menaruh setiap surat penolakkan dari penerbit pada dinding kamarnya.

Kisahnya membuat setiap pembaca buku ini ingin mencoba menulis dan mempraktekkannya dalam karir mereka sendiri. Jika kalian yakin ingin menjadi penulis, buku ini wajib kalian baca!

Want more like this?

Mau artikel seperti ini gratis setiap minggunya? Taruh email kalian di bawah ini untuk mendapatkan review dan artikel serupa serta promosi buku-buku terbaru. Atau mau kenalan dan ngobrol-ngobrol tentang topik serupa? Email saya ke contactme@deliciamandy.com


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *