Seni Bersikap Bodo Amat

Bersikap bodo amat: sebuah seni yang harus dipelajari?

Spread the love

Salah satu buku populer yang sedang meraja-lela di setiap Best Seller list toko buku saat ini adalah buku milik Mark Manson. Bukunya yang berjudul “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat” ini menjual idenya yang counterintuitive mengenai bagaimana menjalani hidup.

Meskipun judunya sangat kontroversial, tetapi sebenarnya isinya tetap mengajak pembacanya untuk melihat kehidupan dari sisi yang lain. Kehidupan kita didesain untuk agar kita dapat memilih pusat perhatian (fokus) kita. 

Dengan tidak overthinking tentang sesuatu, kita bisa memerhatikan hal-hal baik lainnya. Dengan bahasanya yang lugas dan blak-blakkan, Mark Manson ternyata memiliki beberapa ide-ide yang patut direfleksikan setiap orang dalam menjalani hidupnya.

Kunci kesuksesan dalam hidup

Penulis buku ini memiliki kisah hidup yang cukup berat. Ia pernah terjerumus ke dalam obat-obatan, alkohol, dan banyak kegagalan dalam hidup. Hingga suatu saat ia memutuskan untuk mencoba menulis blog-nya dan mendapatkan keuntungan dari sana. 

Pengalaman hidup setiap orang sukses tidak pernah mudah. Melalui banyak kegagalan, penolakan, dan kesulitan, mereka justru diuji untuk menjadi lebih kuat menghadapi level hidup yang tidak akan pernah dialami oleh orang yang biasa-biasa saja.

Your pain is your friend

Setiap orang pasti tidak mau memiliki perasaan tidak enak dalam hidup. Mereka menghindari perasaan sedih, kecewa, frustasi, dan marah. Mark Manson berargumen bahwa segala emosi yang ada (baik ataupun buruk) sebenarnya berguna bagi kehidupan kita.

Misalnya, perasaan tidak enak ketika kita ditipu oleh orang lain membuat kita belajar untuk tidak ditipu oleh orang yang sama atau dengan cara yang sama. Perasaan gagal ketika membuka usaha atau mencoba hal yang baru membuat kita lebih kuat dan belajar agar tidak melakukan kesalahan yang sama.

Setiap orang memiliki masalah, yang perlu kita pilih adalah bagaimana memiliki masalah yang “baik”: masalah yang membuat kita semakin maju, semakin pintar, dan tidak mudah dikelabui oleh orang lain. 

Oleh karena itu, jangan mudah disetir oleh perasaan kita. Jika perasaan kita tidak enak, itu bukan berarti pengalaman tersebut adalah pengalaman yang tidak enak. Bisa saja kejadian itu membuat kita lebih naik level daripada sebelumnya.

Your success is your struggle

Banyak orang merasa iri dengan kesuksesan orang lain karena mereka hanya melihat “enaknya” saja. Mereka melihat betapa Warren Buffet, Bill Gates, dan Elon Musk berhasil mendapatkan segalanya dan kehidupan mereka saat ini sangat menyenangkan. (Baca: Three things that makes Elon Musk successfull)

Tetapi, jika Anda membaca biografi mereka, ternyata posisi mereka saat ini didapat dengan banyak pengalaman yang tidak mengenakkan. Elon Musk banyak melewati masa-masa depresi dalam hidupnya: perceraian, keadaan hampir bangkrut, dan ditipu oleh koleganya. Di atas semuanya itu, ia tetap mengampuni, bekerja keras, dan akhirnya menjadi satu-satunya CEO dengan tiga perusahaan multi-billion dollars.

Ketika kita menginginkan suatu hal yang baik: tubuh yang bagus, CV yang keren, dan prestasi yang membanggakan; kita terkadang lupa bahwa di balik itu terdapat banyak penderitaan yang harus dilalui. Dengan memilih kesuksesan, kita memilih pergumulan hidup.

Untuk mendapat tubuh yang bagus, kita harus membayar harga dengan pergi ke gym, menghabiskan waktu dengan kesakitan dan pantang makan makanan yang tidak sehat. Untuk menjadi artis yang terkenal, kita harus berani hidup dengan gaji pas-pasan, berani ditolak oleh banyak produser, dan mungkin menerima banyak kritikan terhadap hasil karya kita.

Mark Manson Quote 3

Setiap orang memiliki pilihan

Salah satu ide yang ditawarkan oleh Mark Manson untuk menjalani hidup yang baik adalah menyadari bahwa kita semua memiliki pilihan. Mungkin pilihan kita memiliki keterbatasan, oleh karena latar belakang dan kondisi tubuh kita yang sudah apa adanya. Namun kita tidak dapat memungkiri bahwa kita memiliki kemampuan untuk mengubah cara pandang kita terhadapnya.

Misalnya saja, kita memiliki cacat dari lahir atau orang tua yang tidak harmonis. Kita bisa saja memiliki pilihan untuk menyerah, marah-marah, atau menyalahkan orang lain. Tetapi apa yang terjadi dalam kehidupan kita selanjutnya ada di dalam kendali kita.

Secara sadar atau tidak, apapun yang terjadi dalam kehidupan kita selanjutnya adalah pilihan kita. Mungkin kita tidak memilih terjadi tabrakan terhadap mobil kita, atau ditolak oleh orang yang kita sayangi, tetapi kita dapat memilih respon dan hasil akhir dari kejadian tersebut.

Avoid these two things

Kebanyakan orang tidak maju oleh karena mereka memiliki salah satu atau kedua mental di bawah ini:

1. Denial

Kebanyakan orang menyangkal adanya hal-hal buruk yang terjadi dalam kehidupan mereka. Mereka tidak menerima bahwa pengalaman tersebut benar-benar menimpa mereka jadi mereka mencari suatu “pelepasan” pribadi. Mereka akhirnya jatuh ke dalam hal-hal yang men-distract mereka dari realita: alkohol, seks, drugs, nonton porno, dll. Tetapi hal ini hanya berlangsung sementara saja, karena pada akhirnya mereka harus menghadapi dengan realita yang tidak menyenangkan tersebut.

2. Victim Mentality

​Sifat kedua ini berusaha untuk selalu menyalahkan orang lain dan mengira bahwa mereka adalah korban dari pengalaman buruk ini. Mereka mengira bahwa mereka tidak memiliki kontrol dalam hidup mereka sehingga yang paling mudah dilakukan adalah menaruh kesalahan tersebut pada kondisi eksternal. Ini mungkin dapat terjadi tanpa ada habisnya, tetapi pada akhirnya orang tersebut tidak akan maju dan terus-menerus mendapatkan masalah yang sama. Ini karena ia tidak dapat bertanggung-jawab atas hidupnya sendiri dan berani menyelesaikan masalahnya.

Seni bersikap bodo amat

Outrage Porn

Ada beberapa hal dalam hidup dimana kita tidak memiliki pilihan. Misalnya: hidup dengan anggota tubuh yang utuh sejak lahir, memilih latar belakang keluarga kita, atau memilih negara dimana kita dilahirkan. Tetapi banyak hal dalam hidup kita yang dapat kita pilih: karir, pasangan, dan gaya hidup.

Yang pasti, pada akhirnya semuanya bermuara pada diri kita. Setiap keputusan yang kita ambil memiliki konsekuensi, dan kita harus bertanggung jawab atas segala pilihan tersebut.

 

Zaman sekarang, dengan kemajuan media sosial dan akses informasi yang begitu mudah, banyak orang memanfaatkannya untuk mengumbar opini mereka. Ketika seseorang merasa menjadi korban suatu ketidak-adilan, mereka mengemukakannya kepada publik.

Istilah ini dikenal dengan sebutan “outrage porn”, dimana media membesar-besarkan suatu masalah yang kecil dan menyebar-luaskannya kepada populasi yang lain. Pada akhirnya kedua belah populasi saling menyerang dan tidak fokus kembali kepada permasalahan yang sebenarnya.

Orang yang dewasa dan bertanggung jawab seharusnya melihat sesuatu dari kacamata yang benar dan logis. Ia berani untuk mengambil jarak dari suatu permasalahan dan mengambil keputusan yang benar.

Meski hal tersebut adalah sekecil tidak memberikan komentar negatif di media sosial ataupun mem-forward suatu berita yang tidak baik tentang lawan politik kita.

Berani berkata tidak

Hidup kita sekarang ini, semua motivator (dan bahkan pemimpin rohani) mengumandangkan berpikir positif untuk kehidupan yang lebih baik. Kita ter-indoktrinasi untuk bisa menerima apapun serta berkata “ya” kepada siapapun.

Akan tetapi, kenyataan dalam hidup, ketika kita mengatakan “ya” terhadap sesuatu, kita sebenarnya mengatakan “tidak” untuk sesuatu yang berlawanan. Jika kita mengakui seseorang sebagai pasangan kita, otomatis kita harus menolak orang lain yang ingin menyusup dan mengambil pasangan kita.

Kita sebenarnya perlu untuk berani menolak sesuatu. Jika tidak, maka sebenarnya kita tidak memercayai apapun. Kita akan dilihat sebagai orang yang munafik dan bermuka dua.

Seringkali kita tidak enak berkata “tidak” karena rasanya tidak enak. Mungkin kita tidak mau orang lain terluka atau sekedar menghindari pertengkaran. Tetapi untuk dapat sesungguhnya maju dalam hidup, kita harus berani menolak nilai-nilai yang bertentangan dengan apa yang kita percayai. Kita harus berani “bodo amat” terhadap hal-hal yang tidak perlu kita pikirkan.

Seni bersikap bodo amat

Limit yourself to free yourself

Mungkin sub-judul di atas terdengar tidak masuk akal. Jika kita ingin bebas, bukankah seharusnya kita tidak lagi terikat?

Dalam suatu hubungan, seringkali ada beberapa perbuatan pasangan/keluarga/lawan bicara kita mengatakan sesuatu yang menyakiti hati. Reaksi kita bisa bermacam-macam: marah, sedih, kecewa, balas dendam, atau posting di internet.

Akan tetapi, ingatlah bahwa kita memiliki pilihan dalam hidup kita. Ada berbagai pilihan reaksi yang dapat dilakukan. Kita bisa saja menyatakan benci terhadap orang tersebut, atau justru dapat menyikapinya dengan mengambil jarak. Ada banyak cara untuk melakukan hal ini, dan salah satunya adalah berkata tidak. (Baca juga: Mempertahankan jati diri dalam suatu hubungan)

Jika kita melakukan sesuatu untuk orang yang kita cintai, pasti kita akan melakukannya dengan sukacita. Ada perbedaan dimana kita melakukan sesuatu karena bentuk apresiasi terhadap pasangan kita atau karena merasa takut ditinggal. Jika jawabannya yang kedua, maka kita perlu mengambil tindakan. 

Hubungan sehat memiliki batasan yang jelas. Batasan itu berguna agar kita mengetahui posisi dan jati diri kita. Ketika pasangan kita adalah orang yang pemarah dan tidak sabaran, kita tidak dapat kelemahannya menguasai diri kita. Kita bisa memiliki pilihan untuk pergi dari ruangan tersebut atau membatasi percakapan kalian.

Building commitment

Tentu melakukan hal-hal di atas bukanlah sesuatu yang mudah, tetapi dengan mengambil suatu komitmen untuk mengambil pilihan, mengatakan tidak, atau membuat batasan itu justru membebaskan kita. Dengan membatasi diri kita dengan fokus terhadap hal-hal yang baik, komitmen tersebut membuat kita lebih bebas untuk berkarya.

Membuat batasan dan membuat komitmen justru membuat diri kita menjadi lebih baik. setiap penolakan yang kita hadapi serta setiap batasan yang kita terapkan justru adalah arah menuju kesuksesan yang paling cepat. 

Pikiran, emosi, dan tenaga kita jadi digunakan hanya untuk hal-hal yang berguna. Hidup kita jadi lebih penuh damai dan tidak takut terhadap apa yang orang lain pikirkan terhadap diri kita.

Hidup itu ternyata perlu dijalankan dengan bersikap bodo amat. Bodo amat terhadap hal-hal yang tidak penting untuk dipikirkan. Bodo amat untuk berani berkata tidak. Bersikap bodo amat terhadap prinsip-prinsip kehidupan yang bertentangan dengan kebenaran.

Next baca juga: ketika kita lelah jadi seseorang yang perfeksionis

 


Spread the love

One thought on “Bersikap bodo amat: sebuah seni yang harus dipelajari?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *