Review Buku The Power of Lift

Kekuatan dan Peran Wanita menurut Melinda Gates (“The Power of Lift”)

Spread the love

Postingan blog ini terinspirasi dari buku Melinda Gates, “The Moment of Lift”.  Buku ini menceritakan tentang perjalanan dan perjuangannya melawan kemiskinan dalam Gates Foundation, sebuah gerakan filantropis yang dibangunnya dan suaminya.peran wanita

Pertemuan Melinda Gates dengan orang-orang yang membutuhkan bantuan di Afrika atau Asia Tenggara membuatnya menyadari: fokus kepada perempuan akan menguntungkan semua pihak.

Buy from: BookDepository (free ongkir)

Ketika ia mengarahkan fokusnya kepada grup perempuan, keluarga akan sejahtera, dan masyarakat akan berkembang. Mulai dari pendidikan tinggi, lapangan pekerjaan, dan kemajuan ekonomi hingga rendahnya kehamilan pada saat remaja, kekerasan rumah tangga – keikutsertaan wanita dan kesejahteraannya memiliki kolerasi dengan kesejahteraan masyarakat.

Bukunya dibagi ke dalam beberapa bagian, masing-masing memfokuskan kepada permasalahan dan solusi yang dihadapi oleh wanita di berbagai negara: kesehatan para Ibu dan bayi, keluarga berencana, pendidikan, dan agrikultur.

Peran Wanita

1. Your spouse determines your success

Pada saat saya menulis blog ini, saya sudah menikah dengan suami saya dua tahun. Ada banyak proses adaptasi yang kami hadapi, dan salah satunya mengenai pekerjaan rumah tangga. Awalnya kami tidak memiliki asisten RT sehingga membersihkan rumah merupakan tanggung jawab kami berdua.

Kami tidak pernah membicarakannya, tetapi pekerjaan mencuci piring, menyapu, dan mengepel adalah tanggung jawab saya. Sedangkan membersihkan kamar mandi, mencuci, dan mengeringkan baju adalah tanggung jawab suami. Hal ini terjadi secara natural. We never actually sit down and talk about it.

Di buku The Moment of Lift ini, ada bab khusus tentang jenjang unpaid work (pekerjaan yang tidak dibayar) antara pria dan wanita. Di India, wanita bekerja selama enam jam per hari tanpa bayaran, sedangkan pria kurang dari satu jam.

Di Amerika Serikat, wanita bekerja empat jam sehari tanpa bayaran; pria memiliki rata-rata dua setengah jam. Tidak ada negara dimana kesenjangan tersebut nol. Ini berarti secara rata-rata, wanita mendedikasikan tujuh tahun lebih banyak untuk bekerja tidak dibayar seumur hidupnya dibandingkan pria. Waktu itu setara dengan mendapatkan gelar S1 dan S2.

Pesan untuk Wanita

We need a new economy standard

Dalam buku If Women Counted: A New Feminist Economics in 1988”, Marylin Waring menulis tentang adanya bias terhadap pekerjaan rumah yang tidak dihitung oleh para pengamat ekonomi.

Kita membayar untuk makanan dari restoran dan baju yang dicuci di tempat laundry. Tetapi jika ada wanita di rumah yang mengerjakannya –mencuci baju, piring, memasak, mengambil, air- tidak ada yang membayarnya. Tidak ada yang menghitungnya, karena itu adalah “pekerjaan rumah” dan “gratis”.

Sebenarnya ketika sang ayah mengambil tanggung jawab setidaknya 40% dari mengasuh anak, mereka memiliki resiko lebih rendah terhadap depresi dan obat-obatan terlarang (baca juga: cara menghindari depresi dan burnout); dan anak mereka memiliki hasil ujian yang lebih tinggi, lebih percaya diri, dan lebih sedikit problem karakter (MenCare, 2018).

Membaca bab ini membuat saya bersyukur terhadap suami saya yang suportif. Pada saat bekerja dari rumah (Work from Home) oleh karena pandemi COVID-19, pernah ada suatu hari dimana suami saya membantu menyapu dan mengepel rumah dan saya bekerja membuat konten untuk Instagram podcast kita.

Memang secara ukuran kami belum sukses dan memiliki banyak uang, tetapi memiliki suami yang membantu pekerjaan rumah membuat saya mampu mengeksplor keahlian saya yang lain dan mencari panggilan hidup saya. Di saat yang sama saya juga bisa banyak membantu dia dalam pekerjaannya: membuat konten, surat, proposal, atau strategi bisnis.

Inilah poin pertama yang memengaruhi kehidupan dan peran wanita: pilihan Anda mengenai pasangan akan memengaruhi masa depan Anda.

2. Your culture should not determine who your are

Buku ini diawali dengan pengalaman pribadi Melinda Gates dalam memperjuangkan kesamaan hak wanita dan pria. Pada saat ia memulai Gates Foundation bersama suaminya, ia melihat berbagai data mengenai kemiskinan di dunia.

Ada salah satu penelitian yang dilakukan sejak 1970 di Bangladesh, yang melihat efek terhadap pemberian alat kontrasepsi. Setengah penduduk dari desa diberikan alat kontrasepsi, setengahnya lagi tidak. Dua puluh tahun kemudian, para ibu yang diberikan alat kontrasepsi ternyata lebih sehat.

Keluarganya lebih makmur, ibu-ibu tersebut menerima gaji lebih besar, dan anak-anak mereka mendapat kesempatan sekolah yang lebih besar. Alasannya sederhana: ketika para ibu memiliki pilihan untuk mengatur kapan mereka bisa hamil, mereka memiliki kesempatan untuk belajar, bekerja, dan membesarkan anak-anak mereka. Melinda mulai menyadari bahwa memfokuskan strategi mereka pada peran wanita adalah salah satu kunci untuk mengurangi kesenjangan sosial.

Melinda Gates Quotes The Moment of Lift

How the world sees women

Melinda Gates belajar bahwa para wanita tidak mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan penilaian atau pandangan suami dan mertuanya, dan kultur ini tidak dapat berubah dengan cepat.

Cara paling baik untuk melawan adalah untuk berbicara; untuk mengatakan secara gamblang kesalahan serta stigma yang diberikan oleh orang lain kepada kita.

Dari buku Educated oleh Tara Westover, ia menceritakan konsepsi ayahnya terhadap dirinya dan dunia di sekitarnya. Karena tidak percaya kepada pemerintahan dan institusi yang diciptakan olehnya, maka mereka tidak pernah menginjakkan kaki ke rumah sakit, pergi ke dokter, ataupun ke sekolah.

Namun, pada akhirnya ia berhasil keluar dari kungkungan tersebut dan mengenyam pendidikan hingga S3. Ia harus membayar harga yang mahal untuk bisa memiliki sudut pandang yang berbeda dan berani mengambil sikap. Meskipun harga tersebut berarti tidak memiliki keluarga yang bisa menerimanya kembali.

Educated
Peran Wanita dari Melinda Gates

Tradition without discussion kills moral progress

Ketika kita hanya pasrah dan menerima tradisi, budaya, atau kebiasaan begitu saja maka kita akan berhenti berkembang. Tradisi dan budaya adalah hal yang baik ketika kita diizinkan untuk berbicara dan berdiskusi tentangnya.

Tujuan dari berbicara mengenai budaya ataupun kebiasaan adalah supaya menghilangkan bias dan menambah empati. Tanpa diskusi tersebut, kita membiarkan orang-orang dari masa lalu mendikte perilaku kita.

Jika Anda adalah wanita, saya mengajak Anda untuk meninggalkan kehidupan yang rata-rata dan berani mengambil sikap – bukan untuk menginjak-injak tradisi, budaya, atau pria – di tengah-tengah masyarakat, memastikan suara kita terdengar, dan mengambil keputusan yang tepat. Saatnya kita mencari jati diri kita tanpa menerima mentah-mentah apa yang dikatakan orang lain tentang peran dan hak kita sebagai wanita

Review: The Moment of Lift

Buku ini sangat menarik untuk dibaca setiap wanita ataupun siapa saja yang bekerja di bidang kesehatan sosial dan politik. Mengerti data dan kenyataan membuat kita dapat mengambil keputusan yang lebih tepat.

Melinda Gates memaparkan detail perjalanannya tidak hanya dengan angka dan data, tetapi juga dengan perasaan empati dan kasih sayang. Tidak heran jika Anda bisa saja meneteskan air mata ketika membaca tentang kisah-kisah perempuan yang tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan ataupun dilarang bekerja oleh suaminya.

What do you think? Apakah hak wanita seharusnya sama dengan pria? Share komentarmu di bawah ini ya, atau bisa juga kita ngobrol bersama di contactme@deliciamandy.com atau taruh emailmu di bawah sini untuk mendapat artikel seperti ini setiap minggunya:


Spread the love

2 thoughts on “Kekuatan dan Peran Wanita menurut Melinda Gates (“The Power of Lift”)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *