P.S. I still Love You

P.S. I Still Love You oleh Jenny Han – Book Review

Spread the love

Judul Buku: P.S. I Still Love You

Pengarang: Jenny Han

Tahun terbit: 2015

Genre: Chick Lit, Teen-Lit, Romance

Rating: 3 out of 5

Beli di: Bookdepository ; Amazon

 

Setelah sukses dengan adaptasi bukunya yang pertama (To All the Boys I’ve Loved Before), tahun ini Netflix akan mengeluarkan sekuelnya pada bulan Februari 2020. Meskipun pada filmnya kisah cinta Lara Jean (LJ) dan Peter Kavinsky berakhir bahagia, namun bukan itu yang terjadi di novelnya.

Buku pertama dari trilogi To All the Boys I’ve Loved Before ini berujung pada peristiwa dimana LJ dan Peter sedang berantem. Oleh karena itu, bukunya yang kedua ini melanjutkan settingnya pada masa tahun baru.

Kental dengan tradisi Asia mereka, Lara Jean dan Kitty merayakan hari raya tersebut dengan berkumpul dengan keluarga besarnya. Setelah pulang dari rumah saudaranya, LJ kembali ke rumah Peter dengan harapan bahwa hubungan mereka akan kembali baik-baik saja.

Perlu diingat juga bahwa masalah viralnya video mereka berdua yang direkam secara diam-diam itu juga masih belum reda juga di awal buku ini. Sang pengarangnya sepertinya sangat menarik ulur kisah ini dengan sangat panjang. Belum lagi adanya saingan cinta dari masa lalu LJ yang muncul kembali.

Fresh new characters...

John Ambrose, salah satu penerima surat cinta di buku pertama, ternyata memiliki perasaan yang terpendam terhadap Lara Jean. Ia mulai mendekatinya lewat perantaraan neneknya yang berada di tempat dimana LJ melakukan pekerjaan volunteer (sukarela).

Lara Jean akhirnya harus memilih: apakah Peter Kavinsky, seseorang yang rupawan, penuh karisma, tetapi sepertinya masih belum move on dari mantannya? Atau John Ambrose McClaren, cowok yang selalu bersedia membantunya di masa-masa sulit?

Para pembaca remaja akan dicampur-adukkan dengan perasaan senang, sedih, dan kesal. Mungkin alasannya karena Lara Jean seringkali tidak bisa memilih yang mana yang benar, atau karena sikap Peter Kavinsky yang kurang peka dan suka membuat cemburu.

Secara keseluruhan, buku ini cocok untuk dibaca bagi para remaja.  Saya secara pribadi kurang suka dengan perkembangan karakternya. Di buku yang kedua ini terasa agak lambat di awal dan sangat terburu-buru di bagian akhirnya.

Jika kalian suka dengan filmnya yang pertama, mungkin ada baiknya baca buku ini sebelum nonton sekuelnya. Karakter-karakternya yang baru pastinya akan membawa warna berbeda terhadap filmnya yang kedua.


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *