Makna Bekerja

Makna Bekerja

Spread the love

Financial Freedom. Itulah yang menjadi janji oleh banyak life coach. Mereka berkata bahwa kita tidak perlu bekerja tetapi tetap bisa memiliki banyak keuntungan. Dengan keuntungan dan effort yang minim maka kita bisa kaya. Seminar yang ditawarkan adalah bagaimana mendapat profit dengan sedikit bekerja. Makna bekerja hanya dinilai dari besar penghasilannya.

Uang adalah sesuatu yang penting dan ingin diraih dengan instan. Oleh karena itu semua orang berbondong-bondong mencari cara untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya tanpa harus mengorbankan apapun. Kursus saham, investasi, dan multi-level-marketing marak ditemukan.

Baca juga: Main saham sama dengan main judi?

Sebenarnya gak ada salahnya untuk mengelola tenaga dan resource kita se-efektif mungkin sehingga kita mendapat keuntungan yang banyak. Tetapi seringkali orang hanya melihat bahwa orang-orang seperti Warren Buffet itu dapat profit dari sahamnya tanpa mengetahui latar belakangnya.

Para investor yang sukses pasti awal mulanya adalah pekerja. Mereka meneliti, belajar, dan mengamati pasar. Mereka mengerti data dan tahu cara menginterpretasikannya. Mereka rajin membaca berita dan mengerti sebab akibat dari seluruh kebijakan pemerintah.

Semua profit yang didapat bukanlah dari keberuntungan, tapi dari hasil kerja keras.

A New Meaning for Work

Timothy Keller dalam bukunya, “Every Good Endeavour”, membahas mengenai desain Allah mengenai manusia yang harus bekerja. Seringkali kita melihat bekerja sebagai suatu kutukan. Oleh karena itu kita menghindari bekerja dan hanya mau menikmati keuntungannya saja.

Padahal, bekerja adalah salah satu anugerah Allah bagi manusia. Itu adalah mandat yang khusus diberikan dan menjadi pembeda antara manusia dengan ciptaan lainnya. Allah mendesain makna bekerja menjadi lebih dalam daripada sekedar uang.

Pride

Makna Bekerja #1: Tujuan Hidup

Allah kita adalah Allah yang bekerja. Bahkan kalimat pertama dalam Alkitab adalah bagaimana Allah menciptakan langit dan bumi. Hingga saat ini Ia-pun masih bekerja: Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga (Yohanes 15:7).

Dalam Kejadian 1:28 kita bisa melihat bahwa Allah memberi tugas kepada manusia pertama: Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”  

Bekerja bukanlah sesuatu yang terjadi setelah manusia jatuh ke dalam dosa. Bahkan dalam keadaan “sungguh amat baik” itupun manusia tetap diperintahkan untuk bekerja. Bekerja adalah bagian dari siapa diri kita sebagai ciptaan-Nya.

Tanpa bekerja kita kehilangan jati diri kita. Ketika kita melihat bekerja sebagai bagian dari DNA kita, apa yang selama ini kita anggap beban justru adalah salah satu kunci kebahagiaan kita. Lewat mentaati Firman Tuhan dan bekerja sesuai dengan panggilan kita, barulah kita benar-benar terbebas.

Orang-orang mengira bahwa dengan memiliki financial freedom maka mereka benar-benar bebas. Tetapi Alkitab berkata bahwa desain Allah bagi kita adalah agar kita dapat bekerja.

Makna Bekerja dalam Alkitab

Makna Bekerja #2: Pelayanan

Banyak orang berpegang teguh bahwa salah satu makna hidup adalah memberi makna bagi orang lain. And what better way to do that through our job?

Ketika kita melihat bahwa lewat pekerjaan kita banyak orang dapat merasa dibantu, itu membuktikan bahwa kita sedang melakukan panggilan kita. Banyak orang ketika pensiun atau dipecat dan kemudian tidak bekerja kemudian merasa kehilangan. 

Sebenarnya yang mereka rindukan bukan hanya sekedar penghasilannya. Lebih daripada itu, makna dari bekerja adalah mengetahui bahwa hidup kita memiliki manfaat bagi orang lain. 

Mengetahui bahwa kita dibutuhkan dan bahwa pekerjaan kita membawa dampak yang positif adalah sesuatu yang membawa sukacita. Pekerjaan kita adalah salah satu cara kita melakukan kehendak Tuhan terhadap dunia ini.

Pekerjaan kita juga adalah salah satu bukti bahwa kita mengasihi orang-orang di sekeliling kita. Dengan melakukan panggilan kita dengan segenap hati, menggunakan tenaga dan pikiran kita untuk berinovasi, serta melatih diri kita untuk memberikan yang terbaik; kita sebenarnya menjadi pelayan Tuhan yang setia.

Makna bekerja adalah sebagai persembahan kepada Tuhan, apapun pekerjaan yang kita lakukan.

Panggilan Hidup

Makna Bekerja #3: Mandat Budaya

Salah satu mandat yang diberikan Allah kepada manusia adalah untuk memenuhi, menaklukan dan menguasai seluruh bumi (Kej. 1:28). Perintah ini berarti mewajibkan setiap manusia untuk mengelola hasil ciptaan Allah.

Banyak orang bekerja dengan pemikiran bahwa tugas untuk memelihara bumi hanyalah untuk para aktivis dan relawan yang bergerak di bidang agraria atau alam. Padahal, kita yang bekerja dalam bisnis, edukasi, hukum, dan sains juga memiliki beban tersebut.

Setiap kemajuan sains dan teknologi adalah salah satu bentuk Allah yang membukakan diri-Nya kepada manusia. Tetapi, natur dosa manusia seringkali menyalah-gunakannya. Inovasi yang kita ciptakan adalah pencampuran antara ciptaan Allah yang baik dengan natur dosa kita sebagai manusia yang memberontak terhadap Allah.

Pergerakan marketing dan target bisnis membuat kita melihat setiap manusia sebagai orang yang bisa membantu kita, pelanggan sebagai sumber penghasilan, dan pegawai sebagai orang yang bisa menyelesaikan pekerjaan kita. Sangat mudah untuk menilai segala hal dalam nilai finansialnya.

Ada salah satu istilah dari para sosiolog yaitu commodification”. Istilah ini digunakan ketika kita mengasosiasikan nilai uang dan mengaplikasikan cost-benefit analysis untuk hal-hal seperti keluarga, rumah tangga, atau masyarakat sekitar kita.

Sama dengan itu, kita juga melihat ciptaan Tuhan yang lainnya dengan monetary value-nya. Kita melihat tanah sebagai ikon dari kekuasaan, jumlah kepemilikan ternak sebagai sumber kekayaan, dan sumber daya alam sebagai sumber penghasilan.

Mengaitkannya dengan makna bekerja yang sudah disebutkan di atas, panggilan kita seharusnya ditujukan untuk mengelola kehidupan di bumi ini.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita memikirkan bagaimana keberadaan kita dan pekerjaan kita di dunia ini memberi pengaruh yang baik terhadap lingkungan sekitar kita?

Budaya

So then, how should we work?

Paulus dalam suratnya di Efesus 6, memberikan suatu konsep yang baik bagi kita untuk memahami bagaimana kita harus bekerja:

Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. (Efesus 6:5-7)

Dari bagian Alkitab di atas, kita bisa melihat ada beberapa panduan bagaimana kita bisa bekerja dengan lebih baik:

1. Bekerja dengan takut dan gentar

Ini berarti kita diajak untuk bekerja dengan takut kepada Tuhan. Bekerja seharusnya tidak dilakukan dengan pemahaman untuk atasan di dunia ini. Pekerjaan kita harusnya dimaknai bahwa kita bertanggung-jawab kepada sang Pencipta dunia ini.

Ini berarti kita harus berhati-hati dalam melakukan segala tanggung jawab kita. Pekerjaan kita tidak hanya dimaknai harganya dalam dunia ini, tetapi juga dinilai kaitannya dengan kehendak Bapa di surga.

2. Dengan sepenuh hati

Prinsip kedua ini mengajak kita untuk melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan dan untuk manusia. Paulus menasihatkan jemaatnya di Efesus agar melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati.

Nasihat ini adalah peringatan bagi kita juga. Apapun pekerjaan kita, meskipun itu kecil dan mungkin terlihat kurang signifikan, harus dilakukan dengan sepenuh hati.

3. Setiap Waktu

Kecenderungan bagi setiap dari kita adalah untuk memperlihatkan pekerjaan yang baik hanya ketika dinilai atasan. Kita menjadi sopan, teratur, dan disiplin hanya ketika ada bos kita yang mengawasi.

Akan tetapi, ketika kita memahami bahwa “atasan” kita sesungguhnya adalah Bapa kita di surga, seharusnya kita melakukan yang terbaik setiap waktu. Ini merupakan cerminan bahwa kita adalah benar-benar murid Kristus, yaitu ketika kita melakukan setiap pekerjaan kita dengan sepenuh hati di setiap waktu.


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *