Ibu Menyusui Boleh Vaksin COVID?

Spread the love

Hallo semua! Kali ini saya mau sharing pengalaman sebagai ibu menyusui yang vaksin COVID. Waktu itu saya melahirkan bulan Februari, lalu pada waktu masuk ke kantor di bulan Mei ditawari untuk dapat vaksin gratis yang dikoordinasi dari LLDIKTI.

Vaksin yang didapat adalah Astra Zeneca dan dilsayakan di Pluit Village (lumayan jauh dari rumah ataupun dari kantorku). Awalnya sempat khawatir karena denger kabar tentang vaksin itu yang pernah mengakibatkan kekentalan darah dan ada yang pernah meninggal.

Tapi daripada mengulur-ngulur waktu lagi dan tidak dapat jatah vaksin, akhirnya saya memberanikan diri untuk vaksin saja. Tentu saja sebelum itu saya bertanya-tanya pada dokter spesialis anak dan cari tahu dari pengalaman temen-temen di komunitas busui.

Pada waktu divaksin, saya sudah tiga bulan memberikan ASI ekslusif dan saya tidak berencana untuk menyapihnya dalam waktu dekat. Saya mendaftar vaksinasi pada hari Selasa, 25 Mei 2021 dan meminta suami saya mengantar karena pengalaman dari temen-temen dosen lain bahwa abis vaksin sempat mengantuk.

Saya juga disarankan untuk sarapan dulu dari rumah supaya fit dan juga membawa kartu keterangan kesehatan. Di dalamnya terdapat pertanyaan seperti apakah saya sedang hamil, memiliki penyakit jantung, sedang mengkonsumsi obat rutin, dan lain-lain.

Hari H Vaksin

Vaksin COVID

Sesampainya di sana, saya mengantri pendaftaran kemudian menunggu ke pos selanjutnya yaitu konsultasi dengan dokter. Pertanyaannya sama: apakah sedang hamil, ada penyakit jantung, riwayat penyakit darah, tekanan darah rendah/tinggi, minum obat-obatan apa saja secara rutin atau dua hari terakhir.

Saya menjawab bahwa saya tidak sedang hamil ataupun memiliki penyakit-penyakit tersebut. Saya juga memberi tahu bahwa sekarang sedang menyusui dan mengkonsumsi suplemen (vitamin) secara rutin. Dokternya berkata bahwa itu tidak apa-apa.

Setelah pos konsultasi dengan dokter, selanjutnya saya dicek tekanan darahnya, saturasi oksigennya, dan detak jantung per menit. Semuanya normal sehingga saya bisa ke pos berikutnya yaitu vaksin!

Deg-degan juga ya pas divaksin (bukan karena takut disuntik), tapi karena ini kan tergolong penyakit dan vaksin yang baru jadi sempet khawatir juga apakah efeknya akan pengaruh pada kesehatan atau tidak.

Vaksin Dosis Pertama

Setelah divaksin, saya disuruh menunggu sekitar 30 menit dulu untuk diobservasi, kemudian dipanggil lagi untuk dicek tekanan darah, saturasi oksigen, dan detak jantungnya. Di pos terakhir, saya diberikan kesempatan untuk bertanya-tanya dan konsultasi lagi dengan dokter.

Di meja konsultasi, saya disuruh membaca selebaran berisi FAQ (frequently asked question) yang sangat membantu mengenai efek setelah vaksin yang normal, apa yang harus saya lakukan kalau ada efek samping yang mengkhawatirkan, dan diizinkan bertanya kalau kurang jelas.

Saya juga diberikan empat butir paracetamol jika ada efek samping seperti demam, mual/muntah, atau pusing. Obatnya diminum maksimal 4 butir dalam 24 jam dan dalam jangka waktu interval minimal enam jam.

Dengan begitu selesailah vakin COVID dosis pertama saya sebagai Ibu menyusui

Vaksin COVID Ibu Menyusui

24 Jam Setelah Vaksin

Dalam perjalanan pulang saya menyusui bayi saya seperti biasa di mobil dan tidak merasa efek apa-apa, hanya sedikit pusing dan mengantuk. Tetapi hingga 24 jam kemudian saya tidak merasa demam ataupun mual.

Untuk supply ASI? Tidak ada efek sama sekali, saya tetap pumping setiap tiga jam dan tidak ada penurunan sedikitpun (saya rajin merekam hasil pumping saya setiap hari, jadi bisa terlihat dengan jelas). Bayi saya juga tidak ada penolakan atau efek secara kesehatan (demam/rewel/muntah/diare) selama 48 jam setelah divaksin.

Satu-satunya efek yang berasa adalah tangan tempat divaksin terasa pegal sesekali dan hingga seminggu kemudian masih terasa gatal. Tetapi setelah itu hilang seperti biasa.

Busui boleh vaksin COVID?

Jadi, apakah Ibu menyusui bisa vaksin COVID? Vaksin itu aman banget buat busui! Gak cuman itu, bahkan penelitian di Hongkong dikatakan bahwa dalam Ibu yang divaksin COVID justru ada antibodi di dalam ASInya. Nah, antibodi ini berguna untuk mencegah virus masuk, mencegah virus berkembang biak, ataupun melekat pada sel-sel tubuh yang lain.

Syukurnya saya sekeluarga tidak pernah COVID, jadi satu-satunya antibodi COVID yang kami dapatkan adalah melalui vaksin itu. Sekarang saya masih menunggu hingga jatah vaksin yang kedua saya di bulan Agustus, nanti kalau sudah ada ceritanya saya posting lagi di sini ya!

Baca juga: Perjalanan menyusui hingga relaktasi berhasil


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *