Four things women want from a man

Empat hal yang dicari wanita dari seorang pria

Spread the love

Recently I read a book caled “Four Things Women want from a Man” by A.R. Bernard. Salah satu teman kami dari DATE menyarankan saya dan suami saya membacanya. It was a quick and light read. Kalau kalian mau mendapatkan buku ini, ada free shipping from Book Depository langsung dari UK (click here for the link). I brought many books from them, so you can trust them 🙂

Meski gak seberat beberapa judul seperti “This Momentary Marriage” atau “Sacred Marriage” yang sangat dig deep down mengenai tema pernikahan, tapi ada beberapa hal yang bisa dijadikan refleksi pribadi.

Perbedaan Kultur Menikah: Dulu VS Sekarang

Sang penulis dalam buku ini mengawali dengan konsep tentang kultur pernikahan yang berubah dari zaman dahulu ketika manusia masih bercocok tanam dan berburu untuk bertahan hidup.

Budaya menikah zaman dulu sangatlah monoton. Orang-orang memiliki tendensi berpakaian, berbicara, dan memiliki perilaku yang mirip. Dulu, wanita juga menikah oleh karena tuntutan dari komunitas kecilnya.

Pria yang kuat secara fisik dan mampu mendirikan rumah serta bekerja di ladang menjadi hadiah yang besar bagi keluarga wanita. Oleh karena itu, tidak jarang pernikahan adalah hasil perjodohan dari kedua belah keluarga.

Namun sekarang dengan adanya persamaan hak antar gender, wanita bisa mengambil pendidikan yang tinggi serta mulai menikah karena cinta. Pernikahan bukanlah lagi sebagai perlindungan terhadap bahaya dari bencana, tetapi sebagai perjalanan mencari jati diri bersama-sama. Mereka memfokuskan diri sebagai individual yang memiliki perbedaan, bukannya kesamaan visi dalam persatuan pernikahan.

Meskipun kultur pernikahan dan gaya hidup berubah, hati dan kerinduan manusia tidaklah seperti itu. Firman Tuhan mengatakan kebenaran ketika ia berkata bahwa “it is not good that the man should be alone.” Masyarakat mungkin bisa menawarkan hal-hal yang baru, tetapi desain kita sebagai ciptaan Tuhan tetaplah sama dari dulu hingga sekarang.

Kita memiliki kerinduan dan keinginan yang dunia tidak bisa sempurnakan.

Pernikahan berubah tiap zaman

Meski buku ini sepertinya ditujukan kepada pria, tetapi para wanita juga dapat menikmatinya untuk menajamkan kembali konsep pria yang benar seperti apa. Terkadang sebagai wanita kita hanya melihat apa yang baik di permukaan saja, tetapi penting juga bagi kita untuk melihat seluruh karakter seseorang dari konsistensinya.

1. Kedewasaan

Setiap wanita pasti mengidamkan seorang pria yang dewasa. Pria yang dewasa berarti pria yang cukup secure dengan dirinya sendiri. Mereka berani bertanggung jawab atas keputusan yang mereka ambil dan rendah hati untuk mengakui ketika mereka berbuat salah.

Terkadang ketika kita bergaul di dalam satu grup (entah itu di kantor, teman sekolah, atau komunitas apapun), ada beberapa orang yang memiliki tendensi untuk menyalahkan orang lain. Pola berpikir mereka adalah untuk mencari siapa yang bisa disalahkan. Entah itu terhadap proyek di kantor, kebijakan atasan, suatu hal yang terjadi di jalanan, di Indonesia, atau bahkan di planet bumi!

Ya, mungkin menyalahkan seseorang untuk kerusakan planet itu sedikit berlebihan. Tetapi ketika seseorang menjadi dewasa secara pemikiran, itu berarti ia memfokuskan pemikirannya terhadap solusi yang dapat dilakukan, daripada mencari sumber kesalahan dan menyalahkan sosok tersebut.

Ini menjadi penting dalam suatu hubungan karena memiliki pria yang dewasa berarti memiliki pemimpin yang melihat dalam kacamata yang mau menyelesaikan masalah. Entah itu masalah kecil seperti siapa yang lupa mematikan lampu atau siapa yang lupa membeli susu, ataupun masalah besar seperti menyekolahkan anak dimana atau mengambil investasi jangka panjang yang mana.

Pria yang dewasa tidak terlalu membesar-besarkan siapa yang harus disalahkan untuk keputusan yang diambil. Ia mengayomi seluruh anggota keluarganya dan mengajak pasangannya mencari solusi yang tepat untuk persoalan yang dihadapi. Ia mau menerima masukkan dan mau belajar untuk menjadi lebih bijaksana.

Great minds discuss ideas

2. Kepastian

Pernahkan kalian bertemu dengan seseorang yang tidak berani mengambil keputusan? Di sekitar kita ada banyak orang seperti ini. Ada kolega di kantor yang mungkin tidak tahu dalam lima tahun ke depan ia akan menjadi seperti apa. Mungkin atasan kalian juga adalah orang yang suka menunda-nunda pengambilan keputusan. Atau kalian punya teman di grup whatsapp yang tidak pernah memberikan kejelasan ketika diajak untuk ketemuan.

Coba bayangkan kalau orang-orang seperti itu adalah orang yang kalian akan nikahi. Mau dibawa kemana keluarga kalian jika memiliki sosok pemimpin yang tidak berani ambil resiko dan menentukan apa yang ia mau.

Selain kedewasaan, wanita mengharapkan para pria dapat memberikan mereka kepastian dalam hidup. Ini berarti pria tersebut memiliki pandangan yang jelas terhadap hidup. Dia tahu apa yang dia mau, dia punya ambisi, dan dia bekerja untuk mendapatkannya.

Banyak pria tidak mudah mengambil keputusan karena tidak tahu prinsip dalam hidupnya. Dia tidak memiliki kejelasan mengenai apa yang benar dan apa yang salah. Apa yang menjadi prioritas dan yang mana yang perlu dikorbankan. Seringkali pria yang tidak memberikan kepastian itu masih ragu terhadap banyak hal dalam hidupnya. Ia tidak memiliki pegangan yang kokoh.

Mungkin dia bukanlah orang yang spiritual atau tidak memiliki keluarga yang utuh. Ini menyebabkan dia dapat diombang-ambingkan oleh apapun. Kita perlu bersyukur karena Firman Tuhan mengatakan “apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah” (Yakobus 1:5). Pria yang dekat dengan Allah akan berdoa meminta hikmat dalam mengambil keputusan.

Dengan pria yang memberikan kita rasa aman ini, kita bisa melihat prioritas dan nilai-nilai dalam hidupnya dengan lebih jelas. Ketika seorang pria mengatakan ia mengasihi keluarganya, apakah ia memberi waktu dan tenaganya yang terbaik untuk keluarganya? Ketika ia berkata bahwa kejujuran adalah yang nomor satu, apakah ia memberikan teladan yang baik?

Hal ini kemudian juga berujung kepada karakteristik kita yang ketiga, yaitu:

Suka baca buku?
Suka dapetin buku murah?

Jika Anda menjawab "ya" untuk kedua jawaban di atas,
taruh emailmu di bawah ini untuk dapetin diskon dan promosi buku impor terbaru:

3. Konsistensi

Ketika kita berbicara mengenai pria yang memberi kita kepastian, kita perlu melihat juga setiap keputusan yang ia ambil. Apakah semuanya mengarah pada satu kebenaran? Atau jangan-jangan sang pria yang kalian tahu itu mengambil keputusan secara cepat dan pasti tetapi tidak memikirkannya dengan jernih. Ia tidak menghitung dulu konsekuensi yang akan dihadapi dan memperkirakan pengorbanan yang harus dilakukan.

Dari sini kita perlu berhati-hati karena kepastian tanpa konsistensi bukanlah kepastian sama sekali. Konsistensi berarti integritas. Sang pria melakukan apa yang ia katakan ia akan lakukan. 

Seringkali ini menjadi masalah di dalam suatu hubungan, karena seringkali kita berjanji untuk sesuatu yang tidak kita sesungguhnya sukai. Ketika berjanji untuk pergi bersama pada suatu waktu, tetapi sang pria sering tidak menepati janjinya. Atau ketika kita meminta mereka untuk membantu kita melakukan sesuatu, ia suka melupakannya.

Konsistensi berarti juga melakukan hal yang sama di tempat yang privat dan juga di depan publik. Wanita menginginkan seorang pria yang bersikap sama di depan teman-temannya dan juga ketika mereka hanya berdua saja di rumah. Sang pria bersikap jujur dan bertanggung jawab baik itu di kantor, di gereja, ataupun di rumah.

Seorang pria yang memiliki konsistensi sebenarnya sudah memiliki bibit yang baik untuk meraih kesuksesan. Kita banyak mendengar dari para motivator, businessman, atau public figure, bahwa kesuksesan dapat diraih dengan konsitensi. Orang dapat menjadi sukses karena memiliki habit yang baik.

Inilah sebabnya mengapa pria dengan tipe karakter yang konsisten: dengan perilakunya, perkataannya, dan tujuan hidupnya; akan menjadi pria yang dapat memimpin keluarganya ke arah Tuhan inginkan. Ia menjadi role model yang baik bagi seluruh anggota keluarganya. Tentu saja ia bisa saja berbuat salah, tetapi di dalam kebiasaannya, pria yang takut akan Tuhan menunjukkan perilaku yang terus menerus mengarah kepada-Nya.

Konsisten menghasilkan kesuksesan

4. Kekuatan

Dari zaman awal masa peradaban, laki-laki selalu ditampilkan sebagai sosok yang lebih kuat daripada perempuan. Dengan otot yang kencang dan bahu yang bidang, pria yang terlihat kuat secara fisik selalu menarik perhatian para wanita. Namun, dengan adanya perkembangan institusi pemerintahan dan sistim keamanan yang lebih baik, kekuatan yang diperlukan wanita bukannya lagi tubuh yang kuat.

Dalam kehidupan sekarang, wanita mencari pria yang memiliki kekuatan emosi untuk menghadapi segalanya. Wanita tidak mau memiliki drama yang tidak perlu dengan setiap hubungan mereka. Kekuatan emosional yang diberikan secara konsisten memberikan rasa nyaman kepada wanita manapun.

Selain itu, kekuatan yang dicari (dan bahkan dibutuhkan!) oleh tiap wanita yang benar adalah keberanian dalam mengatakan hal yang benar bahkan di saat orang lain percaya pada kebohongan. Ketika kita hidup di dalam zaman post-truth society, sangatlah mudah untuk terombang-ambingkan dengan hoax dan retorika figur publik di sosial media. Oleh karena itu setiap keluarga membutuhkan seorang pria yang memiliki kekuatan untuk melawan hal-hal tersebut. 

Pria yang memiliki kekuatan secara emosional yang kuat memilih untuk berbuat benar daripada menjadi populer. Mereka memilih untuk berdiri di atas kebenaran dibandingkan menyenangkan semua pihak. Butuh kekuatan yang sangat besar untuk bisa melawan banyak pihak yang menyudutkan kita. Apalagi ketika pihak tersebut adalah keluarga atau teman terdekat kita.

Dunia membutuhkan pria yang kuat secara mental, agar mampu menghadapi segala kesulitan di kehidupannya. Menjadi pemimpin dan imam dalam keluarga berarti memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh anggotanya. Ini berarti sang pria mau maju terlebih dahulu menghadapi tantangan yang mungkin berisiko untuk memecah-belah persatuan keluarganya.

Kekuatan seorang pria juga dapat terlihat dari ketahanannya melawan godaan. Ia berani berkata tidak kepada godaan dan nafsu seksual yang tidak benar. Pria yang benar memilih untuk berpegang pada prinsip-prinsip kebenaran yang berlandaskan Firman dan setiap pada pasangannya. Ia dapat mengukur kekuatannya melawan setiap cobaan dan berlari untuk menghindarinya agar tidak jatuh ke dalam dosa.

Karakter pria yang kuat secara emosi

Some end notes...

Meskipun contoh-contoh yang diberikan di atas adalah dalam lingkup pernikahan, tetapi ini juga bisa menjadi catatan bagi setiap aspek dalam kehidupan. Mungkin kalian sebagai pimpinan yang mencari seorang pria sebagai karyawan, mungkin kalian seorang wanita yang memiliki adik laki-laki dan ingin ia bertumbuh menjadi pria yang tangguh.

Empat karakter yang dijabarkan di atas ini dapat menjadi referensi bagi kalian juga para pria dalam memperbaiki kualitas diri. Mungkin selama ini kalian sudah memiliki kekuatan dan kedewasaan, tetapi masih butuh konsistensi. Mungkin selama ini kalian sudah kuat melawan godaan, tetapi masih kurang dewasa dalam bersikap. Biarlah empat hal ini mengubah pola pikir kalian dan pada akhirnya mengubah tingkah kalian.

Tentu saja tidak ada pria yang sempurna di luar sana, tetapi yang ada hanyalah pola pikir yang mau diajar dan belajar. Pesan saya bagi pria di luar sana: milikilah keempat karakter ini, dan yang lainnya akan membaik dengan sendirinya. Sebagai pemimpin keluarga, penting bagi pria untuk menjadi dewasa, memberikan kepastian, konsisten dalam menjalankannya, dan memiliki kekuatan secara emosional.

Bagi para wanita di luar sana, bukalah mata lebar-lebar dalam mencari pasangan hidupmu. Warren Buffet, salah satu orang paling kaya di dunia, mengatakan bahwa keputusan paling penting dalam hidupmu adalah memutuskan siapa yang akan Anda nikahi. Oleh karena itu, pilihlah pria yang memiliki karakter yang dewasa, dapat memberikan kepastian, bekerja secara konsisten, dan mampu memberikan kekuatan emosional yang baik.

Cheers,

Delicia Mandy


Spread the love

2 thoughts on “Empat hal yang dicari wanita dari seorang pria

  1. Menurut saya sih. Point no. 2 dan 3 ini nggak akan bisa dipenuhi oleh laki-laki yang nggak sepenuhnya pingin menikahi. Mau selama apapun pacarannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *