Buat Podcast

7 Kesalahan dalam membuat podcast yang harus kamu hindari!

Spread the love

Kalian sudah bisa bikin podcast? Congrats! Tips buat podcast

Tapi…sudah dua bulan naik episode pertama, tapi kok followers gitu-gitu aja ya?

Terus gak ada engagement sama sekali…

 

Berikut kami berikan juga beberapa tips buat podcast kalian supaya makin ramai pengunjungnya. Berbekal pengalaman hampir dua tahun bikin podcast, memang kita merupakan pemain lumayan baru juga.

Tapi ada beberapa kesalahan fatal yang kami pelajari saat rekaman 38 episode Pillow Talk ID dan 25 episode Dongeng Anak Masa Kini. Hal-hal ini mungkin bisa menjadi bahan untuk memperbaiki podcast kalian supaya makin banyak engagement-nya:

 

1. Tidak memiliki niche

Kesalahan paling fatal yang bisa dilakukan oleh setiap orang ketika buat podcast adalah tidak memiliki niche spesifik.

Apa itu niche? Niche adalah ceruk pasar, atau target market suatu produk yang dipasarkan. Intinya, niche adalah suatu hal spesifik yang kalian bicarakan, yang unik dan spesial.

Ketika podcast kalian gak punya niche, maka isinya juga akan amburadul. Dalam satu episode kalian membahas tentang kehidupan suami istri, di season selanjutnya bahas tentang toge goreng.

Gak nyambung kaann??

Oleh karena itu, ketika kami membuat podcast, selalu ada target market spesifik yang dituju. Ini kemudian akan berefek pada susunan episode yang kita buat.

Misalnya, di Pillow Talk ID kita menargetkan pendengar usia muda yang usia pacaran atau baru menikah. Sehingga kita membicarakan topik-topik seperti lima bahasa kasih, pacaran beda agama, atau cara mengubah pasangan yang keras kepala.

Di Dongeng Anak Masa Kini, kita fokus kepada dongeng atau cerita rakyat di Indonesia atau berbagai negara yang dibawakan dalam bahasa Indonesia.

Tujuannya? Selain melestarikan dan menambah kecintaan terhadap bahasa Indonesia, kita juga pengen mengedukasi banyak orang terhadap cerita rakyat Indonesia yang sudah jarang didengar oleh anak-anak zaman sekarang.

Punya niche yang bagus itu akan meningkatkan upsell, suatu kondisi dimana konsumen kalian akan “belanja” episode podcast kalian yang lain, karena memiliki topik yang dibutuhkan olehnya.

Jadi sebelum kalian mulai bikin judul podcast, merekam podcast, atau bahkan beli alat merekam podcast, kalian harus tahu niche kamu apa dulu!

2. Tidak Konsisten

Buat podcast itu seperti lari maraton, bukan sprint.

He? Maksudnya apa?

Maksudnya, gak bisa sehabis kalian mulai kemudian langsung ditelantarkan. Gak mungkin podcast kalian bakal naik kalau cuman upload satu episode aja. Oleh karena itu butuh banyak effort agar bisa upload podcast secara rutin.

Alasannya simpel: supaya pendengar kalian tahu kapan kalian biasa upload dan terus menunggu update-nya.

Kalau hanya upload suka-suka kemudian cuman sebulan sekali, sudah say goodbye aja dhe untuk mulai podcast.

Tips buat podcast supaya followers terus engage adalah upload minimal seminggu sekali. Kenapa? Karena waktu itu cukup lama untuk persiapan dan editing podcast, sedangkan tidak terlalu lama sehingga pendengar kamu sudah lupa sama nama podcast kalian.

Selain itu, rutin meng-upload konten juga satu-satunya cara agar pendengar kalian berkembang. Unless kalian sudah jadi artis atau influencer, bangun followers dari awal itu susah banget.

Butuh belasan episode sampai orang-orang tahu siapa kalian dan apa isi podcast kalian. Jadi, jangan menyerah di satu atau dua episode. The root is bitter, but the fruit is sweet. Terjemahannya: bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian!

3. Tidak suka dengan topiknya

Poin ini sebenarnya berhubungan dengan poin nomor dua di atas. Oleh karena membuat podcast harus rutin, kalian harus cari topik yang kalian suka.

Misalnya, kalian adalah seorang dokter, maka buatlah podcast tentang kesehatan. Atau kalian adalah aktivis dari suatu organisasi, cobalah kalian bangun awareness untuk cause yang kalian perjuangkan.

Podcast itu bisa membangun bisnis kalian loh! Tidak jarang banyak brand-brand terkenal mulai merambah ke podcast dan sponsorin beberapa episode. Jadi kalau kalian punya bisnis yang sedang dijalanin, kenapa enggak ngobrol tentang tips dan trik seputar benda atau jasa yang kalian jual?

Selain itu….kalian juga harus suka sama podcast! Media ini memiliki target pendengar yang spesifik dan berbeda cara “mainnya” dengan Youtube atau Blog.

Podcast itu unik dan skill yang dibutuhkan juga berbeda dengan masak mie instan atau bikin video Youtube. Jadi kalau kalian bener-bener passion di podcast baru bikin podcast kalian. Sayang kan buang-buang waktu cuman karena ngikutin tren aja?

4. Tidak bangun intensitas

Ini sesuatu yang saya dan suami pelajari ketika membuat podcast Pillow Talk ID. Coba kalian dengerin dua contoh opening episode Pillow Talk ID ini dan tebak kira-kira mana yang bikin pengen dengerin terus!

Kita jamin pasti episode yang bawah lebih menarik untuk didengerin.

Alasannya adalah karena first impression penting banget! 15 detik pertama itu adalah penentu apakah pendengar kalian mau tahu topik pembahasan kalian lebih lanjut atau tidak.

 

Di Spotify, selain bisa melihat berapa jumlah pendengar atau followers kalian, ada juga data mengenai berapa presentase pendengar kalian yang mendengar sampai habis.

 

Coba ke dashboard Spotify kalian dan klik salah satu episode. Di situ kalian bisa melihat grafik dan presentasi orang yang meng-klik, mendengar sampai kwartal pertama hingga terakhir. Bandingkan grafik gambar pertama dan kedua di bawah ini:

Tips buat podcast untuk naikkin engagement
Contoh engagement podcast bagus

Grafik yang atas terlihat bahwa setelah mendengarkan seperempat, hanya 69% pendengar yang meng-klik yang bertahan! Sedikit sekali bukan.

 

Sedangkan di grafik yang kedua, terlihat bahwa lebih banyak orang yang mendengarkan hingga kwartal ketiganya. Nah, kuncinya ada di poin nomor 5 di bawah ini:

Mau tahu cara ngembangin podcast kamu?

Subscribe ke newsletter kita untuk artikel serupa dan dapatkan sampel background sound gratis:

5. Kualitas Audio Penting, tapi bukan yang terpenting

Banyak orang berpikir kalau bikin podcast itu harus punya teknologi canggih, alat-alat mahal, dan kemampuan teknis yang ilahi. Ha!

Padahal kalau kalian perhatikan banyak podcast papan atas, beberapa di antaranya juga memiliki kualitas suara yang biasa-biasa aja. Yang paling penting adalah konten kalian!

Salah satu cara untuk menjaga kualitas konten kamu adalah membuat skrip. Jangan berpikir bagaikan skrip film atau sinetron yang super duper detail. Skrip untuk podcast ini bisa hanya berisikan poin-poin besar yang mau kalian bahas di episode tersebut.

Misalnya, di episode Pillow Talk ID Season 2 Episode 6, kita bicara tentang pengaruh penampilan fisik untuk laki-laki. Percaya atau tidak, di skrip kita hanya tertulis poin tentang inner beauty lalu subpoin kebaikan, keramah-tamahan, senyuman, dan suka menolong.

Kita seringkali akan expand percakapan kita dari subpoin tersebut. Yang paling penting kalian sudah tahu apa yang mau dibicarakan dan dipahami oleh setiap pembicaranya (apalagi kalau podcast kalian berbentuk wawancara).

Contoh Skrip Podcast - Tips buat podcast

Bosen sama audio gitu-gitu aja?

Mau tambah background sound di podcast kamu?

untuk mendapatkan sampel gratis!

6. Banyak gestur

Satu hal lagi yang sering banget kita lihat dari pembawa acara atau narasumber podcast kita, yaitu mereka tidak tahu perbedaan antara membawa konten di Youtube, TV, radio, atau podcast.

Ketika kalian shooting video untuk Youtube atau TV, maka kalian bisa berbicara dengan mimik muka dan gestur kalian. Jadi meskipun tidak ada suara, adegan dan intensitas bisa terasa karena ada gambar yang bergerak.

Tetapi…..di podcast kalian hanya bermain-main dengan bunyi! Jadi yang bisa kalian manipulasi hanyalah bunyi dan ketiadaan bunyi (alias silence).

Seringkali orang-orang lupa akan hal ini sehingga mereka mencoba memakai gestur atau mimik muka untuk kasih kode sebagai lelucon kepada lawan bicaranya, tapi hal ini tidak akan tertransfer ke pendengar podcast. Akhirnya momen itu jadi krik-krik banget.

Jadi biasakan untuk meminimalisir gestur (kecuali emang cara bicara kalian sering menggerakan tangan) dan belajarlah berbicara dengan pelafalan dan kosa kata yang baik agar pesan kalian bisa tersampaikan ke pendengar podcast kalian.

7. Tidak punya media sosial

Iya, yang paling penting dari podcast itu kontennya, tapi membuat media sosial khusus podcast kalian (atau memposting konten podcast kalian di medial sosial pribadi) itu bagus banget buat exposure.

Cukup sign up dengan gratis di facebook atau instagram, kalian udah bisa nambah followers dan pendengar di podcast kalian.

Coba share konten yang berhubungan dengan podcast kalian. Misalnya: kalau podcast kalian tentang berkebun, share tips berkebun yang baik, tag online shop tempat jual bibit berkualitas, atau foto kebun kalian yang sering dibicarakan di podcast.

Selain menambah engagement, ini akan meningkatkan experience ketika para pendengar menikmati podcast kalian; karena akhirnya mereka punya gambaran mengenai bagaimana bentuk kebun kalian, hehehe.

Di Instagram kita, @pillowtalk.podcast, kita sering sharing tentang tips dan trik yang berhubungan dengan relationship. Selain menambah followers podcast, senang juga ketika ada masukan atau pesan semangat dari para pendengar.

Instagram Pillow Talk ID

Ada tips buat podcast lainnya lagi nih: kita biasanya membuat template instagram kita di Canva. Itu adalah situs gratis berisikan template-template untuk social media yang bagus banget.

You name it! Mulai dari Instagram Post, Instagram Story, Pinterest Picture, Facebook Cover! Semuanya ada dan tinggal kalian isi dengan foto podcast atau foto pribadi kalian.

Setelah di-edit dan warnanya cocok dengan tema konten kalian, tinggal download dhe! Banyak template yang gak berbayar dan user-friendly banget, sehingga ini adalah our number one go-to places untuk ngedit foto dan bikin konten untuk Pillow Talk atau Dongeng Anak Masa Kini.

Cara Edit Podcast Cover dengan Canva

Kalau kalian pengen buat akun di Canva, masukkan kode referral Pillow Talk: https://www.canva.com/join/eel-pear-pelican. Nanti kalian akan mendapatkan 1 credit yang bisa ditukar dengan gambar premium untuk digunakan di desain kalian! Asyik banget kan?

Share tips buat podcast dari kalian:

Itu dia 7 kesalahan awam yang harus kalian hindari dan tips buat podcast kalau mau naik engagement-nya. Semoga abis ini jumlah followers dan pendengar kalian bisa naik dengan pesat!

Share nama podcast kalian di bawah ini kalau mau kita kasih shoutout di blog post dan instagram story kita! Share tips dan trik kalian kalau berhasil ningkatin engagement podcast kalian!

Boleh juga bincang-bincang dengan kita di contactme@deliciamandy.com atau pillowtalkpodcast.id@gmail.com. See ya!


Spread the love

4 thoughts on “7 Kesalahan dalam membuat podcast yang harus kamu hindari!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *